KABAR SIMEULUE – Isu defisit anggaran Kabupaten Simeulue terus berkembang, dengan Pj Bupati Reza Fahlevi menjadi sasaran utama kritik. Ia dituding sebagai penyebab defisit anggaran daerah senilai 42 miliar rupiah tahun 2025.
Namun, hasil penelusuran redaksi KabarSimeulue.com menunjukkan bahwa tudingan tersebut tidak sepenuhnya akurat. Defisit anggaran Simeulue ternyata sudah terjadi sejak masa kepemimpinan Pj Bupati Ahmadlyah, dengan angka defisit mencapai 87 miliar rupiah.
Reza Fahlevi pernah mengungkapkan hal ini dalam wawancara di acara TVRI pada Juli 2024. Saat itu, ia menyatakan bahwa defisit sebesar 87 miliar rupiah terjadi sebelum ia dilantik sebagai Pj Bupati Simeulue.
Hasil penelusuran KabarSimeulue.com, Kamis (02/01/2025), ditemukan bahwa Reza Fahlevi berhasil menurunkan defisit anggaran Simeulue hingga 53%, atau sekitar 45 miliar rupiah hingga pada akhir 2024 dengan sisa devisit 42 Milyar.
Meski anggaran Pemkab Simeulue terbatas, Reza Fahlevi bertekad untuk menyelesaikan sisa defisit sebesar 42 miliar rupiah itu sebelum masa tugasnya berakhir pada Februari 2025.
Dengan demikian, defisit anggaran sebesar 87 miliar rupiah pada era Pj Bupati Ahmadlyah diperkirakan akan tertutupi pada tahun 2025, yang sebagian besar berasal dari biaya SPM proyek pembangunan Simeulue.
Hal ini dapat digambarkan dalam perumpamaan, bahwa posisi Reza Fahlevi seperti tukang cuci piring bekas sisa – sisa makanan acara pesta orang lain.
Dan sama halnya seperti kata pepatah, Orang lain makan nangka, orang yang lain pula yang kena getahnya.
“Saya tidak merasa terganggu dengan kritikan yang ditujukan kepada saya karena seorang pemimpin harus siap menerima kritik dari rakyatnya,” ujar Reza.
Dan saya sangat maklum. Andai mereka tahu, mereka akan ikut membantu saya menyelesaikan masalah kabupaten Simeulue yang tercinta ini,” ungkapnya.
Reza Fahlevi berencana tidak akan meninggalkan Simeulue dalam kondisi Devisit anggaran yang akan membuat pemimpin Simeulue selanjutnya kesusahan karena hal itu.(firnalis)









