KABAR SIMEULUE – Di tengah masyarakat, fenomena arwah yang tidak bisa pulang sering menjadi pembicaraan. Banyak yang meyakini bahwa arwah tersebut adalah orang yang meninggal tanpa sempat menyelesaikan urusannya di dunia. Banyak juga orang meyakini roh pulang pada hari ke tiga, kelima dan hari ketujuh setelah ia meninggal.
Namun, Islam memberikan penjelasan berbeda tentang hal ini.
Islam mengajarkan bahwa setelah kematian, ruh manusia masuk ke alam barzakh. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang dia ucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mu’minun: 99-100)
Jika demikian, apa yang sebenarnya terlihat oleh sebagian orang sebagai “arwah gentayangan”? Dalam Islam, hal ini sering dikaitkan dengan keberadaan jin, terutama jin qarin dan syaitan.
Wujud Setan dan Jin Qarin yang Menyesatkan
Setan adalah makhluk Allah yang tugas utamanya adalah menggoda manusia agar tersesat dari jalan yang benar. Jin qarin, yang merupakan jin pendamping setiap manusia, memiliki kemampuan untuk menyerupai seseorang yang telah meninggal dunia. Allah SWT berfirman:
“Dan Kami telah menjadikan bagi setiap nabi musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al-An’am: 112)
Syaitan atau jin qarin bisa menyesatkan manusia dengan menyerupai wajah atau suara orang yang telah wafat. Mereka menggunakan tipu daya ini untuk menimbulkan ketakutan, kebingungan, atau bahkan menyebarkan keyakinan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah SAW juga bersabda:
“Tidaklah seorang dari kalian kecuali telah dipasangkan untuknya seorang qarin dari kalangan jin.” Para sahabat bertanya, “Dan engkau juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya, hanya saja Allah telah membantuku menguasainya, maka dia masuk Islam dan tidak memerintahkanku kecuali kebaikan.” (HR. Muslim)
Dalam banyak laporan, wujud yang sering disaksikan oleh orang-orang bisa berupa bayangan gelap, sosok dengan ciri khas almarhum, atau bahkan suara yang mirip. Padahal, semua ini adalah ilusi dari jin.
Menghadapi Fenomena Ini
Islam mengajarkan agar umat tidak terjebak dalam tipu daya jin dan syaitan. Doa, zikir, dan keyakinan kepada Allah SWT menjadi perlindungan terbaik. Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca surat Al-Baqarah di rumah untuk mengusir jin, sebagaimana sabda beliau:
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)
Fenomena arwah gentayangan sejatinya tidak ada dalam ajaran Islam. yang benar adalah setan dan jin yang bergentayangan.
Semoga umat Islam dapat terhindar dari keyakinan yang bertentangan dengan akidah.(Redaksi)







