KABAR SIMEULUE – Kapal Perintis KM Malahayati mengalami keterlambatan keberangkatan hingga 10 jam akibat kelebihan kapasitas penumpang di Pelabuhan Kargo Sinabang, Sabtu (09/02/2025).
Kapal yang seharusnya berlayar menuju Calang pada pukul 16.00 WIB, baru bisa diberangkatkan pada pukul 23.00 WIB malam setelah mendapatkan izin dari Syahbandar Pelabuhan.
Penyebab utama keterlambatan ini adalah membeludaknya jumlah penumpang yang mencapai lebih dari 500 orang, sementara kapasitas maksimal kapal hanya 180 hingga 340 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa lebih dari 100 penumpang menggunakan tiket palsu.

Modus Penipuan Tiket Palsu
Kapten KM Malahayati, Fahri, menegaskan bahwa tiket resmi kapal hanya dijual melalui loket resmi yang berada di Kantor Syahbandar di Pelabuhan Kargo Sinabang.
“Kapal kelebihan kapasitas karena banyak penumpang yang menggunakan tiket palsu. Tiket asli hanya dijual di loket resmi yang sudah ditentukan. Akibatnya, keberangkatan terpaksa ditunda,” ujar Kapten Fahri kepada kabarsimeulue.com pada pukul 17.00 WIB.

Para penumpang yang memiliki tiket palsu terpaksa diturunkan untuk dilakukan seleksi ulang. Mereka sempat berebut tempat dengan penumpang yang memiliki tiket resmi, sehingga pihak kapal memutuskan untuk mengosongkan kapal dan melakukan pemeriksaan ulang sebelum melanjutkan perjalanan.
Beberapa penumpang mengaku tidak mengetahui bahwa tiket yang mereka beli adalah palsu.
“Kami beli tiket ini di pos penjagaan pelabuhan. Kami tidak tahu kalau ternyata ini tiket palsu,” ujar Andi, salah satu penumpang yang gagal berangkat.
Tiket palsu tersebut diduga dijual oleh oknum tertentu yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan. Akibatnya, lebih dari 100 penumpang yang kebanyakan adalah mahasiswa dan orang tua menjadi korban penipuan dan gagal berangkat.

Polisi Lakukan Penyelidikan
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Simeulue langsung turun tangan menyelidiki kasus ini.
Kasat Reskrim Polres Simeulue, Ipda Zainur, yang tiba di lokasi menyatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti dan mencari tahu pihak yang bertanggung jawab.
“Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” ujar Ipda Zainur.
Pj Bupati Simeulue Beri Bantuan untuk Penumpang yang Terlantar
Akibat kejadian ini, lebih dari 100 penumpang terlantar di pelabuhan tanpa kepastian. Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Simeulue, Reza Fahlevi, turun langsung untuk menenangkan para penumpang yang menjadi korban.
Ia menawarkan tempat menginap gratis di Pendopo Bupati bagi penumpang jauh yang berasal dari wilayah Alafan, Simeulue Barat, Salang, Simeulue Cut, dan Simeulue Tengah.
“Bapak dan Ibu yang berasal dari wilayah tersebut dipersilakan menginap di Pendopo Bupati tanpa dipungut biaya,” ujar Reza melalui pengeras suara mobil pemadam kebakaran yang didatangkan ke lokasi.
Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan seleksi ulang tiket, KM Malahayati akhirnya mendapatkan izin berlayar dari Syahbandar Simeulue dan berangkat menuju Calang pada pukul 23.00 WIB.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat kejadian praktik penipuan tiket palsu yang merugikan banyak pihak baru pertama kali terjadi di Simeulue.
Pihak kepolisian diharapkan segera mengungkap pelaku di balik kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(Redaksi)









