Home / Kesehatan

Kamis, 2 April 2026 - 13:31 WIB

Ramuan Tradisional Daun Balakacida, Air Beras, dan Kunyit untuk Kesehatan Lambung

KABAR SIMEULUE – Masalah lambung seperti perih, kembung, hingga naiknya asam lambung masih menjadi keluhan umum di masyarakat. Selain pengobatan medis, sebagian orang juga memanfaatkan ramuan tradisional sebagai alternatif alami. Salah satu yang mulai dikenal adalah rebusan daun balakacida (Olonos batu dalam bahasa simeulue) yang dipadukan dengan air beras dan kunyit.

Ramuan ini dipercaya memiliki manfaat dalam menjaga dan meredakan gangguan lambung. Air beras, yang merupakan hasil cucian beras, mengandung pati dan vitamin B yang berfungsi melapisi dinding lambung. Efek ini membantu mengurangi iritasi serta memberikan rasa nyaman pada perut, terutama saat kondisi lambung sedang sensitif.

Sementara itu, kunyit dikenal luas memiliki kandungan kurkumin, yaitu senyawa aktif yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan. Kurkumin berperan dalam meredakan peradangan pada lambung, termasuk pada kondisi seperti maag atau peningkatan asam lambung. Selain itu, kunyit juga dapat membantu menyeimbangkan produksi asam lambung sehingga tidak berlebihan.

Di sisi lain, daun balakacida yang digunakan dalam ramuan ini secara tradisional dipercaya mengandung senyawa alami seperti flavonoid dan tanin. Kandungan tersebut berpotensi membantu mempercepat pemulihan jaringan lambung yang mengalami iritasi serta mendukung kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.

Dikutip dari alodokter.com, Daun balakacida adalah salah satu tanaman herbal yang kerap digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia. Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap obat alami, daun balakacida makin banyak dicari karena diyakini dapat membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan.

Daun balakacida berasal dari tanaman Chromolaena odorata yang awalnya tumbuh liar di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, lalu menyebar ke berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini mudah ditemukan di pekarangan, ladang, hingga tepi jalan.

Kombinasi ketiga bahan ini menghasilkan efek yang saling melengkapi. Air beras bekerja sebagai pelindung, kunyit sebagai pereda peradangan, dan daun balakacida sebagai pendukung proses penyembuhan.

Oleh karena itu, ramuan ini kerap digunakan untuk membantu mengatasi keluhan seperti nyeri ulu hati, perut kembung, dan rasa tidak nyaman akibat gangguan lambung ringan.

Meski demikian, penggunaan ramuan tradisional tetap perlu dilakukan secara bijak. Konsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan sangat dianjurkan. Bagi penderita gangguan lambung kronis atau kondisi serius lainnya, konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah utama agar penanganan yang tepat dapat diberikan.

Sebagai warisan pengobatan alami, ramuan daun balakacida, air beras, dan kunyit menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan dalam menjaga kesehatan lambung, terutama sebagai pendamping pola hidup sehat dan pola makan yang teratur.(Redaksi)

 

Share :