KABAR SIMEULUE – Banda Aceh, Menanggapi dinamika politik yang kian memanas di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dalam beberapa waktu terakhir, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtrra (PKS) Aceh memanggil seluruh anggota legislatif (Aleg) DPRA dari partainya untuk mengikuti rapat tertutup.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026, Program Kerja 2026, serta Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKS Aceh, Ismunandar, dan dihadiri secara lengkap oleh seluruh Aleg PKS di DPRA. Konsolidasi ini bertujuan menyamakan persepsi serta merumuskan langkah-langkah organisasi dalam menyikapi situasi politik, termasuk isu mosi tidak percaya dan dinamika kepemimpinan yang berkembang di parlemen Aceh.
Fokus pada Pelayanan Rakyat
Dalam arahannya, Ismunandar menegaskan bahwa meskipun situasi politik di internal DPRA tengah dinamis dan penuh tantangan, seluruh Aleg PKS harus tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Kami menyadari adanya kegaduhan yang sedang berlangsung di DPRA. Namun instruksi saya kepada seluruh Aleg PKS sangat jelas: apa pun polemiknya, kepentingan rakyat Aceh tidak boleh dikorbankan. Aleg PKS harus tetap berdiri di barisan terdepan dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga fungsi kedewanan, khususnya dalam pengawasan terhadap LKPJ dan pembahasan anggaran, agar tetap berjalan optimal meskipun situasi politik belum sepenuhnya stabil.
Langkah Strategis dan Komitmen Soliditas
Secara organisasi, PKS Aceh telah menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memastikan peran partai tetap sebagai kekuatan penyeimbang yang solutif di parlemen. Meski rincian langkah tersebut belum dipublikasikan, seluruh Aleg PKS menyatakan siap menjalankan arahan partai.
Ihya Ulumuddin yang juga selaku Aleg PKS di DPRA menegaskan bahwa seluruh anggota legislatif dari PKS berada dalam satu komando yang solid.
“Kami telah memetakan situasi secara mendalam bersama struktur wilayah. Sebagai perpanjangan tangan partai di parlemen, kami siap menjalankan seluruh arahan pimpinan DPW PKS Aceh terkait langkah-langkah taktis ke depan. Momentum yang sedang kami jaga ini akan segera terlihat dalam sikap dan peran nyata kami di ruang sidang,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan demi menjaga stabilitas politik di Aceh di tengah kondisi yang berkembang.
Koordinasi Berjenjang
DPW dan Aleg DPRA PKS juga akan segera melakukan koordinasi lanjutan dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) serta Fraksi PKS di DPR RI.
Pertemuan itu ditutup dengan komitmen bersama, seluruh Aleg PKS untuk terus menjaga soliditas internal, sekaligus memastikan peran mereka sebagai penyambung aspirasi masyarakat Aceh tetap berjalan di tengah dinamika politik yang terjadi.(Firnalis)









